Yuk Kenali Apa itu Hedonisme, Jenis, Faktor Penyebab dan Perbedaannya dengan Konsumerisme!

Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju gaya hidup masyarakat cenderung mengalami pergesaran, dari sebelumnya bergaya hidup sederhana menjadi gaya hidup hedonisme. Gaya hidup serba mewah atau sering dikenal dengan istilah hedonis ini bahkan semakin menjadi trend tidak hanya di kota besar saja, di kampung pun juga mulai bermunculan. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang memutuskan untuk bergaya hedonis, yaitu antara lain karena faktor lingkungan sekitar dan pergaulan.

Di era modern seperti sekarang ini memang cukup sulit untuk terhindar dari gaya hidup hedonisme dan konsumerisme. Masyarakat berlomba-lomba dalam bermewah-mewahan demi kepuasan diri yang sebetulnya hal tersebut bukanlah sebuah kebutuhan, melainkan hanyalah keinginan semata.

Lalu, apa saja sih sebenarnya perbedaan antara hedonis dan konsumerisme. Dan bagaimana caranya terhindar dari sifat buruk tersebut. Yuk ketahui jenis dan ciri-cirinya terlebih dahulu supaya lebih mudah untuk menata "hati" agar bisa hidup sederhana.



Pengertian Hedonisme


Hedonisme adalah sebuah paham/pandangan seseorang bahwa kesenangan dan kenikmatan materi merupakan tujuan utama dalam hidupnya serta selalu menghindari kesengsaraan dengan melakukan berbagai cara. 

Hedonisme selalu diidentikkan dengan pola hidup enak dan foya-foya tanpa memperdulikan akibatnya. Mereka yang memiliki pandangan hidup seperti ini akan lebih menyukai membeli barang-barang mahal yang disenanginya, meskipun tidak mampu, serta ingin menjadi pusat perhatian.

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa gaya gidup hedonis adalah pola gaya hidup atau sikap yang didapatkan melalui interaksi dengan lingkungan dan dapat digambarkan dalam kegiatan yang bertujuan satu yaitu mengejar kesenangan hidup dan menghindari hal-hal yang menyakitkan dengan menghalalkan berbagai cara. 

Terjerumus ke dalam gaya hidup hedonisme dapat menyebabkan seseorang memiliki mental yang mudah rapuh dan putus asa, cenderung tidak mau bersusah payah untuk meraih sesuatu, sehingga selalu ingin mengambil jalan pintas ketika mencita-citakan sesuatu. Mereka hanya ingin menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dan ingin menjadi pusat perhatian baik di kehidupan nyata maupun di dunia maya. 


Ciri-Ciri Gaya Hidup Hedonis

Adapun seseorang yang terjangkit gaya hidup hedonis memiliki karakteristik atau ciri-ciri sebagai berikut, yaitu:

  1. Memiliki pandangan segala sesuatu harus didapatkan secara instan, yakni melihat sesuatu perolehan harta dari hasil akhir bukan proses untuk mendapatkan hasil akhir. Hal inilah yang akhirnya membawa sikap seseorang ke arah sikap "melakukan rasionalisasi atau pembenaran dalam memenuhi kesenangannya" atau apapun dilakukan untuk memenuhi kesenangannya.
  2. Senang menjadi pusat perhatian.
  3. Memiliki kecenderungan untuk mengejar modernitas fisik. Orang tersebut berpandangan bahwa memiliki barang-barang mewah adalah suatu kebanggaan.
  4. Memiliki level relativitas kenikmatan di atas rata-rata pada umumnya, artinya seseorang yang berpandangan hedonis cenderung menganggap sesuatu yang bagi masyarakat umum sudah masuk ke tataran kenikmatan atau dapat disebut enak/nyaman, namun baginya hal tersebut masih tergolong tidak enak/nyaman.
  5. Memenuhi banyak keinginan-keinginan yang muncul secara spontan.
  6. Ketika masalah muncul dalam kehidupannya, ia menganggap tuhan tidak sayang padanya.
  7. Bersifat boros dalam membelanjakan uangnya.


Jenis-Jenis Gaya Hidup Hedonis

Adapun jenis gaya hidup hedonis dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Hedonisme Egoistis

Hedonism egoistis adalah suatu gaya hidup hedonis yang membuat individu tersebut ingin mendapatkan kesenangan pribadi semaksimal mungkin dan dalam waktu yang lama. 

Sebagai contoh, Hendra pergi selalu makan di tempat yang mahal dan enak dengan jumlah dan jenisnya yang banyak, dan memilih menu-menu makanan yang terbilang mahal.

2. Hedonis Universal

Hedonis universal adalah suatu gaya hidup hedonis yang bertujuan untuk mendapatkan kesenangan secara bersama-sama yang mencakup banyak orang.

Sebagai contoh, Riko sedang berdansa dan sambil minum-minuman keras dengan mengundang banyak temannya.


Faktor Penyebab Gaya Hidup Hedonisme


Menurut Kotler dalam bukunya yang berjudul "Marketing Management: Analysis, Planning, Implementation, and Control. (9th ed)" disebutkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi seseorang untuk bergaya hidup hedonisme dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

1. Faktor Internal

Faktor internal yaitu faktor yang muncul dari dalam diri seseorang sehingga ia berada pada keyakinan untuk memiliki gaya hidup hedonis sesuai dengan keinginannya.

  • Sikap
Sikap artinya sebagai pandangan/pendirian seseorang yang cenderung mempengaruhinya dalam bertindak. Sikap inilah yang mencerminkan perasaan seseorang terhadap suatu objek tertentu.
  • Pengamatan dan pengalaman

Seseorang tidak bisa terlepas selalu ingin mengamati perilaku dan gaya hidup orang di sekitarnya atau mungkin public figure yang ia gemari. Hasil interaksinya tersebu kemudian membawanya untuk berperilaku hedonis.

  • Kepribadian

Kepribadian seseorang artinya karakteristik individu dan cara berperilakunya. Faktor inilah yang dapat memengaruhi sikap dan perilaku orang tersebut ketika kepribadiannya cenderung ingin selalu bergaya hedonis dan juga ingin selalu menjadi pusat perhatian.

  • Konsep diri

Konsep diri adalah pandangan individu atas dirinya sendiri. Ketika seseroang memilliki konsep diri yang positif maka ia tidak akan mudah dipengaruhi oleh orang sekitarnya, akan tetapi apabila seseorang memiliki konsep diri negatif maka akan lebih mudah dipengaruhi oleh orang sekitarnya.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang mempengaruhi seseorang untuk memiliki gaya hidup hedonisme adalah sebagai berikut:

  • Kelompok referensial

Kelompok referensi artinya gaya hidup sekelompok orang yang dijadikan referensi dalam menjalani hidup sehingga secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap sikap dan perilaku seseorang.

  • Keluarga

Artinya pola asuh orangtua akan membentuk kebiasaan anak yang secara tidak langsung memengaruhi pola hidupnya ketika sudah dewasa.

  • Kelas sosial

Artinya kelas sosial dengan perbedaan status ekonomi dan sosial dapat memengaruhi perilaku dan gaya hidup seseorang.

  • Kebudayaan

Faktor eksternal yang terakhir adalah kebudayaan, yang meliputi cara hidup, kepercayaan, kesenian, moral, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh individu dari generasi ke generasi bersama oleh sekelompok orang/masyarakat.

Perbedaan Hedonis dan Konsumerisme

Cara hidup hedonisme dan konsumerisme telah menjadi fenomena sosial di masyarakat saat ini. Lalu, apa saja sih perbedaan keduanya?

Adapun perbedaan hedonisme dan konsumerisme dapat dijelaskan pada tabel di bawah ini.

Perbedaan

Hedonisme

Konsumerisme

Hakikat Falsafah

Hedonisme adalah falsafah atau cara pandang yang menganggap pencapaian kebahagiaan semaksimal mungkin sebagai tujuan hidup.

Artinya hedonisme ini dapat dilakukan melalui upaya lain guna mencapai  mencapai kebahagiaan tersebut.

Konsumerisme adalah falsafah atau cara pandang seseorang yang merujuk pada kegiatan seseorang dalam membelanjakan uangnya untuk konsumsi (pemakaian barang-barang hasil produksi) di mana dilakukan secara berlebihan.

Artinya konsumerisme ini mutlak berwujud sebuah tindakan untuk kegiatan konsumsi.

Kondisi Pelaku

Kondisi pelaku hedonisme dalam keadaan sadar melakukan upaya apapun demi mencapai kebahagiaan tersendiri atau bersama-sama.

Individu dengan gaya hedonis akan berupaya  sebisa mungkin menghindari perasaan yang menyakitkan serta bentuk-bentuk konflik sosial lain.

Kondisi pelaku konsumerisme terjadi dengan tidak disadari keberadaannya.

Sebagai contoh, Ibu Irma yang tadinya hanya hendak membeli perabot rumah tangga ke supermarket tiba-tiba melakukan impulsive buying jadi menambah belanjaannya karena melihat stand diskon sebuah produk kosmetik.

Upaya Pelaku

Pelaku hedonisme dapat melakukan berbagai cara, bahkan yang bertentangan dengan norma, untuk mencapai kebahagiaan.

Sebagai contoh Oky yang hidupnya pas-pasan rela meminjam uang berjuta-juta ke seseorang demi membeli mobil mewah.

Konsumerisme identik dengan gaya hidup boros.

Sebagai contoh, Thina mampu secara ekonomi dan memutuskan untuk menggunakan tabungannya untuk hidup bermewah-mewah, dengan alasan self-reward.

0 Response to "Yuk Kenali Apa itu Hedonisme, Jenis, Faktor Penyebab dan Perbedaannya dengan Konsumerisme!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel