Saving Bond Ritel (SBR) Adalah dan Simulasi Perhitungannya

Sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini mulai melirik dunia investasi. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan berbanding lurus dengan pendapatan. Dari sinilah sekarang banyak masyarakat yang mulai menyadari pentingnya memiliki investasi. Tetapi banyaknya jenis-jenis investasi membuat mereka bingung untuk memilih atau menetapkan instrumen investasi apa yang cocok baginya. Mungkin, Saving Bond Ritel (SBR) bisa menjadi pilihan instrumen investasi bagi Anda para pemula yang ingin mendapatkan risiko yang kecil, namun dengan keuntungan yang cukup besar.



Saving Bond Ritel (SBR) adalah instrumen/portofolio investasi yang dikeluarkan pemerintah melalui unsur pelaksana Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yaitu Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR). SBR ini adalah sebuah surat utang yang dijual atau dipasarkan ritel kepada para masyarakat yang memiliki status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Targetnya ialah individu bukan suatu institusi atau badan usaha, seperti pegawai/karyawan, ibu rumah tangga sampai generasi milenial.

Dengan membeli atau memiliki Saving Bond Ritel (SBR) artinya kamu sudah membantu pembangunan infrastruktur nasional dan menambah basis investor di dalam negeri.


Simulasi Kupon Saving Bond Ritel (SBR) Terbaru



Saat ini Saving Bond Ritel (SBR) terbaru telah terbit, yaitu SBR006. Kupon minimal SBR006 adalah sebesar 7,95% p.a. Simulasi perhitungannya sebagai berikut. Nah, kalau investor membeli surat utang tersebut sebesar Rp 1 juta, berapa imbal hasilnya? Kementerian Keuangan memberikan simulasi perhitungannya. Investor akan mendapat imbal hasil 7,95% per tahun dan pembayarannya diberikan setiap bulan.

  • Jika pada bulan Juli 2019 BI 7-DRRR ditetapkan sebesar 6,25%, maka pada periode Juli-Oktober 2019 kupon yang berlaku adalah 8,20% p.a.(6,25% + spread 195 bps).
  • Jika pada bulan Juli 2019 BI 7-DRRR turun menjadi 5,75%, maka pada periode Juli-Oktober 2019 kupon yang berlaku bukan 7,70% (5,75%+ spread 195 bps) melainkan 7,95% p.a. yang merupakan kupon minimal.

Pembayaran kupon pertama akan dimulai pada 10 Juni 2019 dan setelahnya tepat pada tanggal 10 setiap bulan. Perhitungannya sebagai berikut. Nilai imbal hasil bersihnya mencapai Rp 79.500 per tahun atau Rp 6.625 per bulan. Tapi angka tersebut belum termasuk potongan pajak 15%. Jadi, angka yang diperoleh investor jadi Rp 5.631 per bulan. SBR006 jatuh temponya pada 10 April 2021. Maka imbalannya jika dikalikan 23 bulan, menjadi Rp 129.513.

Angka imbal hasil itu baru di level minimal. Masih ada kemungkinan jika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan yang sekarang di 6%. Kalau hal itu terjadi maka kuponnya mengacu pada suku bunga acuan plus spread 195 basis point. Misalnya, BI Rate naik 6,25%, maka kupon bersih yang diterima investor setelah pajak adalah Rp 5.805 per bulan.

Sementara itu, kupon minimum merupakan tingkat kupon pertama yang ditetapkan dan berlaku sampai dengan jatuh tempo.

Lebih jelasnya berikut kita buat simulasi perhitungan keuntungan pada SBR 006 dengan kupon 7,95%
  • Jumlah pembelian SBR 006 senilai  Rp 1.000.000
  • Kupon 7,95%
  • Imbal hasil kotor yang diterima per tahun: Rp 1.000.000 x 7,95% = Rp 79.500
  • Per bulan: Rp 79.500 : 12 = Rp 6.625
  • Kena pajak kupon 15% per bulan : Rp 6.625 x 15% = Rp 993,75
  • Maka keuntungan bersih yang diperoleh per bulan : Rp 6.625 – Rp 993,75 = Rp 5.631

Keunggulan investasi Saving Bond Ritel (SBR)

Selain dapat membantu pembangunan nasional baik untuk infrastruktur atau peningkatan kualitas SDM Indonesia dan menambah basis investor di dalam negeri. Ada beberapa keunggulan lainnya dari SBR, diantaranya:
  1. Pembayaran untuk kupon dan pokok akan ditanggung oleh undang-undang SUN yang dananya disediakan oleh APBN setiap tahunnya.
  2. Pemerintah juga menyediakan fasilitas early redemption atau sebelum jatuh tempo tanpa dikenakan redemption cost sampai pada saat jatuh tempo.
  3. Bunga yang diberikan lebih tinggi jika dibandingkan dengan bunga yang diberikan oleh deposito pada umumnya.
  4. Untuk risiko gagal bayar dalam SBR sangat rendah, karena pembiayaan dijamin dan dikelola langsung oleh pemerintah.
Portofolio investasi SBR ini sangat cocok untuk kaum milenial yang menginginkan investasi dengan jangka waktu menengah. Sedangkan bagi yang sudah pensiun, investasi ini bisa digunakan untuk alternatif dari deposito mengingat keuntungannya lebih baik dibandingkan deposito.

Ingat, jika Anda memiliki banyak jenis aset untuk investasi, tentu akan membantu kamu untuk mengurangi risiko yang ada dalam investasi. Perlu diingat bahwa saham akan bergerak sejalan dengan prospek perusahaan, obligasi dan properti juga dipengaruhi oleh suku bunga jadi akan saling berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu sangat disarankan berinvestasi tidak dengan satu jenis aset.

Jika kamu memiliki ketertarikan untuk berinvestasi terutama kamu yang ingin memiliki jenis investasi jangka pendek atau menengah, SBR bisa menjadi pilihan kamu. Tetapi, untuk mendapatkan hasil investasi yang lebih optimal, jangan lupa untuk diversifikasi untuk mengurangi risiko yang ada.

Saving Bond Ritel (SBR) Adalah dan Simulasi Perhitungannya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Dafik

0 comments:

Post a Comment