Mari Berinvestasi Reksadana! Simak Penjelasan dan Simulasi Reksadana Berikut Ini

Terdapat banyak cara untuk memastikan kecukupan finansial di masa mendatang, salah satunya dengan berinvestasi. Namun hingga saat ini masih banyak yang bingung mengenai investasi apa saja yang bisa diikuti oleh para pemula yang awam tentang dunia investasi. Dari sekian banyak jenis investasi, mulai dari investasi emas, deposito, saham, properti, obligasi, peer to peer lending, hingga reksadana, investasi yang mudah untuk dilakukan bahkan bagi para newbie atau pemula sekalipun adalah investasi reksadana. Lalu apa pengertian reksadana serta bagaimana menghitung simulasi reksadana?



Apa Itu Reksadana?


Reksadana adalah sebuah instrumen investasi dengan sistem dana dari beberapa investor dikumpulkan menjadi satu dan selanjutnya diinvestasikan kepada instrumen-instrumen investasi yang ada di pasar modal. Reksadana dirasa cocok sebagai investasi bagi pemula yang tidak begitu memahami tentang investasi, karena investasi reksadana memiliki risiko kerugian yang kecil serta dana yang diinvestasikan pun tergolong murah, sehingga kecil kemungkinan investor mengalami kerugian habis-habisan.

Baca juga: Jenis-jenis Investasi yang Cocok untuk Milenial

Jenis-Jenis Reksadana


Sebelum memulai investasi, ketahui dulu jenis-jenis dari reksadana. Reksadana sendiri terbagi dalam 4 jenis, berikut penjelasan lengkapnya.

1. Reksadana Saham (Equity Fund)

Jenis reksadana yang pertama adalah reksadana saham. Reksadana saham sendiri adalah jenis reksadana yang dana investasinya akan dialokasikan ke saham. Namun tak seperti investasi saham yang memiliki risiko kerugian cukup besar, kerugian reksadana saham cenderung lebih kecil. Reksadana saham ini dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar, namun tak heran karena risikonya juga cukup besar pula.

2. Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)

Reksadana yang satu ini merupakan jenis reksadana yang sebagian besar dananya akan dialokasikan ke surat berharga dengan masa jatuh tempo di bawah satu tahun dan juga dialokasikan ke deposito. Reksadana pasar uang memiliki risiko yang terbilang kecil jika dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya. Untuk keuntungan yang bisa didapatkan memang tak sebesar reksadana saham, namun keuntungan reksadana pasar uang masih jauh lebih besar jika dibandingkan dengan deposito yang bunganya terus menerus menggerus.

3. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Reksadana pendapatan tetap merupakan jenis reksadana yang menginvestasikan setidaknya 80% dari aktivanya ke dalam bentuk obligasi milik pemerintah maupun swasta, dan sisanya akan dialihkan ke instrumen pasar uang. Reksadana pendapatan tetap ini pergerakannya cukup stabil dan cukup menjanjikan terlebih saat terjadi penurunan suku bunga deposito. Dalam waktu satu tahun saja, Anda sudah bisa mendapatkan bunga diatas 10% dengan risiko yang kecil. Selain itu berbeda dengan deposito yang baru dapat Anda tarik jika sudah jatuh tempo, uang yang Anda investasikan di reksadana pendapatan tetap dapat Anda ambil kapan saja.

4. Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)

Reksadana campuran merupakan jenis reksadana yang dana investasinya akan dialokasikan dalam bentuk portofolio yang bervariasi, dan instrumen investasinya dapat berupa saham serta dikombinasikan dengan obligasi. Tak jauh beda dari reksadana saham, reksadana campuran juga dapat memberikan keuntungan tinggi atau high return. Dari segi risiko, risiko reksadana campuran tergolong sedang, karena risikonya lebih tinggi daripada reksadana pendapatan tetap dan lebih rendah daripada reksadana saham.


Contoh Perhitungan Simulasi Reksadana



Untuk memberikan gambaran agar lebih jelas, berikut ini cara menghitung simulasi keuntungan reksadana. Namun sebelum itu, perlu Anda ketahui beberapa istilah dalam investasi reksadana. Uang investasi reksadana sering disebut dengan "unit penyertaan", dan sebutan tersebut juga sering digunakan sebagai satuan kepemilikan reksadana. Unit penyertaan tersebut memiliki nilai-nilai, diantaranya NAV atau Net Asset Value serta NAB atau Nilai Aktiva Bersih. Perkembangan dari nilai NAB akan menentukan naik turunnya nilai investasi reksadana Anda. Simak simulasi reksadana berikut ini!

Anda membeli reksadana X sebesar Rp 10.000.000 pada tanggal 1 Februari 2018. Unit reksadana atau NAB X pada hari itu adalah sebesar Rp 2.500. Sehingga unit penyertaan yang Anda miliki adalah 10.000.000 dibagi 2.500, yaitu 4.000 unit penyertaan.

Lalu pada tanggal  1 Februari 2019 Anda menjual seluruh reksadana X yang Anda miliki, dan unit reksadana atau NAB X pada hari itu adalah sebesar Rp 3.500. Sehingga total investasi yang akan Anda dapatkan adalah 3.500 dikali 4.000, yaitu Rp 14.000.000.

Berdasarkan contoh simulasi reksadana diatas, dapat disimpulkan bahwa keuntungan investasi Anda adalah Rp 4.000.000.

Namun sebaliknya, pada saat NAB per UP itu turun ke 1.500 dan Anda memutuskan tetap menjual seluruh unitnya, maka Anda akan mengalami kerugian. Perhitungannya adalah:

1.500 (perubahan UP) x 4.000 (nilai NAB dari UP awal) = Rp6.000.000 (hasil dari perubahan UP)

Rp6.000.000 (hasil dari perubahan UP) – Rp10.000.000 (modal) = Minus (-) Rp4.000.000

Jadi, dalam 1 tahun Anda investasi di reksa dana tersebut bisa meraup keuntungan sebesar Rp4.000.000 atau justru malah mengalami kerugian Rp4.000.000, tergantung dari posisi nilai NAB per UP pada waktu penjualan instrumen tersebut.

Demikianlah pengertian mengenai reksadana serta contoh simulasi reksadana. Semoga artikel ini bermanfaat.

Mari Berinvestasi Reksadana! Simak Penjelasan dan Simulasi Reksadana Berikut Ini Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Dafik

1 comments:

  1. thanks ya atas informasinya tentang reksadana, Sangat mencerahkan,

    ReplyDelete