Disposable Income: Pengertian, Cara Menghitung, Dan Contohnya

Sebagian besar konsumsi masyarakat dipengaruhi oleh disposable income. Disposable income adalah pendapatan setelah dikurangi pajak yang merupakan pendapatan siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa yang selebihnya akan menjadi tabungan. 

Berbicara mengenai disposable income, hal ini tidak dapat dipisahkan dari pembahasan tentang pendapatan nasional. Untuk mengetahui lebih jauh tentang jenis pendapatan disposable ini, berikut ulasan pengertian disposable income dan cara menghitungnya. Tak lupa, kami berikan juga contoh menghitungnya.



Pengertian Disposable Income

Disposable income adalah suatu hasil perhitungan pendapatan yang didapatkan dari pengurangan income tersebut dengan pajak langsung. Apa yang dimaksud pajak langsung? Contohnya ialah PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), pajak kendaraan, dan lain sebagainya. 

Untuk mendapatkan disposable income juga bisa diambil dari hasil jumlah pendapatan yang digunakan untuk nantinya ditabung. Tidak hanya itu, jenis income ini juga bisa mempengaruhi pendapatan nasional secara signifikan. 

Maka tak heran jika berbicara mengenai pendapatan nasional, Anda juga akan bertemu dengan istilah disposable income. Jumlah pendapatan yang didapatkan diambil dari seluruh sektor yang ada di suatu negara. 

Aspek lain yang juga perlu diperhitungkan dalam disposable income adalah cara mengitungnya. Tidak hanya secara nasional, bahkan seseorang bisa mengandalkan perhitungan ini untuk mengatur keuangan pribadi. 

Perhitungan ini dilakukan agar bisa mendapatkan pendapatan bersih oleh setiap orang di negara bersangkutan. 

Cara Menghitung Disposable Income

Setelah memahami pengertian disposable income, kini saatnya memahami metode yang digunakan untuk menghitungnya. Perlu diketahui bahwa perhitugan ini setidaknya dilakukan untuk periode satu tahun. 

Adapun rumus disposable income adalah sebagai berikut. 

Pendapatan Tahunan Kotor – (Pajak Langsung)

Catatan:

  • Disposable income melalui rumus di atas merupakan sisa pendapatan yang sudah dikurangi pajak langsung. Tidak hanya itu, terkadang pengurangan pajak masih dilakukan jika ada tanggungan lainnya. 
  • Pendapatan tahunan kotor yang dimaksud adalah total pendapatan yang diterima berdasarkan jangka waktu satu tahun. 
  • Pajak langsung berarti pajak yang harus dibayar wajib pajak setiap tahun dan tidak bisa dialihkan.

Nah, untuk menggunakan rumus disposable income di atas, diperlukan rumus lain yang berkaitan. Terutama jika ingin mencari pendapatan tahunan kotor. Oleh karena itu, perhatikan variabel-variabel lainnya yang perlu dipahami sebagai berikut.

1. Gross Domestic Product (GDP)

GDP atau Produk Domestik Bruto merupakan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan dari beberapa unit produksi. Terutama yang dihitung berdasarkan beberapa wilayah di suatu negara dalam kurun waktu tertentu (biasanya satu tahun). 

Pendapatan ini juga sudah termasuk yang dihasilkan perusahaan asing, asalkan masih dalam lingkup negara tersebut. Berikut rumus yang bisa digunakan untuk menghitung GDP:

GDP=Pendapatan WNI (di dalam negeri) + Pendapatan WNA (di dalam negeri)

2. Gross National Product (GNP)

GNP atau dikenal pula sebagai Produk Nasional Bruto adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi penduduk selama satu tahun. Termasuk nilai yang dihasilkan warga negaranya yang ada di luar negeri. Berikut rumus yang bisa digunakan.

  • GNP = Pendapatan WNI (di dalam negeri) + Pendapatan WNI (di luar negeri)
  • GNP = GDP + Pendapatan WNI (di luar negeri) – Pendapatan WNA (di dalam negeri)

3. Net National Product (NNP)

NNP atau Produk Nasional Netto merupakan nilai dari GNP yang sudah dikurangi dengan penyusutan modal ketika memproduksi barang. Jadi, pada dasarnya NNP dihitung hanya dari laba yang diperoleh.  Berikut rumus NNP yang bisa digunakan.

NNP = GNP – Penyusutan Modal

4. Net National Income (NNI)

NNI atau Pendapatan Nasional Netto adalah perhitungan pendapatan yang dilihat dari jumlah balas jasa yang diterima masyarakat sebagai salah satu pemilih faktor produksi. Adapun penulisan rumus NNI ini adalah sebagai berikut.

NNI = NNP – Pajak Tak Langsung + Subsidi

5. Personal Income

Perlu diketahui PI atau Pendapatan Perseorangan ini ternyata merupakan bagian dari pendapatan nasional di suatu negara lho. Perhitungannya dilakukan untuk tiap jumlah pendapatan yang diterima individu. 

Namun, setelah itu perlu dikurangi dengan laba yang ditahan, iuran jaminan sosial, iuran asuransi, dan pembayaran pindahan. Berikut rumusnya.

PI = NNI + Transfer Payment – (laba ditahan + iuran asuransi + iuran jaminan sosial + pajak perseroan)


Contoh Perhitungan Disposable Income


Simak data keuangan di negara Y berikut ini. Lalu, hitung DI (Disposable Incomenya)!

  • GDP = Rp1.500 Miliar
  • Pendapatan WNA di Dalam Negeri = Rp350 Miliar
  • Penyusutan Modal = Rp215 Miliar
  • Pajak Tidak langsung = Rp175 Miliar
  • Jaminan Sosial = Rp50 Miliar
  • Transfer Payment = Rp65 Miliar
  • Pajak Langsung = Rp85 Miliar
  • Laba Ditahan = Rp80 Miliar
  • Pajak Perseroan = Rp35 Milair

Jawab:

Berikut ini langkah-langkah dalam perhitungan disposable income adalah sebagai berikut:

Langkah 1 : Mencari GNP (Gross National Product)

GNP = GDP + produk WNI di Luar Negeri - produk WNA di Dalam Negeri

         = Rp1.500 Miliar - RpRp350 Miliar

         = Rp1.150 Miliar


Langkah 2: mencari NNP (Net National Product)

NNP = GNP – Penyusutan Modal

         = Rp1.150 Miliar - Rp215 Miliar

         = Rp935 Miliar


Langkah 3: mencari NNI (Net National Income)

NNI = NNP - Pajak tidak langsung

        = Rp935 Miliar - Rp175 Miliar

        = Rp760 Miliar

Langkah 4: mencari PI (Personal Income)

PI = (NNI + Transfer Payment) - (Laba Ditahan + Pajak Perseroan + Jaminan sosial)

    = (Rp760 Miliar + Rp65 Miliar) - (Rp80 Miliar + Rp35 Miliar + Rp50 Miliar)

    = Rp825 Miliar - Rp165 Miliar

    = Rp660 Miliar

Langkah 5 mencari DI (Disposable Income)

DI     = PI - Pajak Langsung

         = Rp660 Miliar - Rp85 Miliar

         = Rp575 Miliar

Jadi, sesuai data di atas maka negara Y memiliki disposable income adalah sebesar Rp575 miliar.

Ulasan mengenai pengertian disposable income dan cara menghitungnya di atas semoga dapat dipahami dengan baik. Walau bagaimana pun juga DI (Disposable Income) menjadi bagian penting dari materi pendapatan nasional yang perlu dipahami.

0 Response to "Disposable Income: Pengertian, Cara Menghitung, Dan Contohnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel