Investasi S&P 500: Pengertian, Keuntungan dan Kerugian, dan Cara Berinvestasi di Pasar Modal AS

Bicara soal saham internasional, S&P 500 tengah naik daun di pasar saham dunia. Bagi yang berminat untuk investasi S&P 500, ada beberapa hal yang perlu Anda pahami.

Hal pertama yang perlu dipahami adalah indeks saham. Kalau di Indonesia ada yang disebut sebagai Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG. Nah, S&P 500 merupakan salah satu indeks saham di pasar saham Amerika Serikat selain indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan Nasdaq Indeks. 

Investasi di S&P 500 ini sangat diminati banyak investor, analis, hingga fund manager. Berbekal sedikit informasi di atas, inilah sejumlah hal yang perlu Anda ketahui tentang S&P 500!



Pengertian Investasi S&P 500


S&P 500 adalah singkatan dari Standard & Poor's 500, yaitu indeks saham dari Negeri Paman Sam yang di dalamnya terdiri dari 500 perusahaan besar di Amerika Serikat. Indeks saham dapat dijadikan acuan dalam melakukan transaksi saham. 

S&P 500 berisi kumpulan perusahaan yang umumnya menjadi tolak ukur performa saham di sana. Inilah salah satu alasan yang membuatnya dilirik oleh banyak investor tingkat dunia.

Dilihat dari sisi lain, sebagai indeks saham, S&P 500 adalah data statistik untuk mengukur performa 500 perusahaan saham terbesar di Amerika Serikat. Anda mungkin berpikir mengapa S&P 500 kerap dijadikan indikator ekonomi dan sangat berguna sebagai sebuah pasar? 

Jawabannya karena perusahaan yang tergabung di dalamnya tidak banyak diisi oleh perusahaan kecil. Hal ini mengundang salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di kalangan investor, yaitu:

Haruskah berinvestasi di S&P 500? 


Alasan itu kembali kepada diri Anda. Sebelum memutuskannya, Anda perlu memahami bahwa S&P 500 mempunyai sektor saham yang beragam, cocok untuk diverifikasi. Anda bisa menemukan sektor teknologi dan lain sebagainya. 

Itu artinya, bila terjadi gejolak saham, tidak semua sektor mengalami penurunan, beberapa sektor lain mungkin mengalami penaikkan. Di samping itu, nilai indeks S&P 500 terus mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu, sehingga menjadikannya sebagai pasar yang cukup potensial. 


Keuntungan dan Kekurangan Investasi S&P 500





S&P didominasi oleh perusahaan besar internasional, seperti Amazon, Apple, Microsoft, Visa, Tesla, Nvidia dan masih hanyak lagi. Tak heran kalau potensinya cukup baik meski beberapa perusahaan telah keluar dan masuk dari waktu ke waktu. 

Bila Anda memutuskan untuk menggunakan S&P 500, ada keuntungan dan kekurangan yang perlu diperhatikan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan berinvestasi di S&P 500:

1. Kelebihan S&P 500

  • Tidak membutuhkan modal besar 

Pembelian saham dilakukan berdasarkan pedoman pada komposisi indeks, sehingga saham dikelola secara pasif. Tidak perlu khawatir tentang modal yang akan dikeluarkan. Pasalnya Anda akan menerima banyak bantuan dari manajer investasi.


Untuk biaya yang perlu dikeluarkan untuk manajer investasi terbilang rendah. Jadi, bagi Anda yang merupakan pekerja dengan penghasilan terbatas mempunyai peluang untuk berinvestasi saham juga.


  • Cocok untuk pemula

Tak perlu khawatir berlebih jika Anda investor pemula yang ingin mencoba investasi S&P 500. Anda tidak perlu menganalisis pasar saham, sebab pihak S&P 500 yang akan melakukan analisis terhadap saham. S&P 500 juga tempat yang cocok bagi kalangan investor pasif.


  • Tersedia peluang diversifikasi

Diversifikasi saham adalah langkah yang sangat penting saat berinvestasi saham. Di S&P 500 tersedia pilihan perusahaan dari berbagai sektor yang menyediakan peluang bagi Anda untuk melakukan diversifikasi saham. Karena jika Anda berinvestasi di NASDAQ composite indeks, hanya tersedia sektor teknologi.

Melakukan diversifikasi saham terkadang membutuhkan biaya yang besar. Akan tetapi, pada S&P, Anda cukup mempunyai indeks sahamnya saja dengan biaya kecil. 

  • Analisis dapat diukur melalui kapitalisasi pasar

Dengan investasi S&P 500, Anda dapat mengukurnya melalui kapitalisasi pasar sebagai cerminan efektif ataukah tidaknya dari apa yang diukur pasar. Anda dapat melihat nilai perusahaan berdasarkan kapitalisasi pasar. Selain itu, Anda juga dapat memperhitungkan harga saham dan jumlah saham yang beredar di pasar.

Tidak hanya di S&P 500, indeks saham lain juga tidak luput dari kekurangan. Di S&P 500 sendiri, berikut adalah kekurangan yang sebaiknya Anda ketahui:


2. Kekurangan S&P 500

  • Pilihan perusahaan saham terbatas

Bisa dikatakan fokus S&P 500 tidak terlalu luas. S&P hanya mengikutsertakan perusahaan besar yang berlokasi di Negeri Paman Sam saja dan tidak mengikutsertakan perusahaan kecil atau saham yang berasal dari investor asing. 

  • Profit tidak terlalu besar

Kegiatan investasi identik dengan keuntungan, apalagi investasi saham. Bicara soal keuntungan, S&P 500 menawarkan keuntungan yang tidak terlalu besar kepada para investornya. 

Berdasarkan informasi pada bulan September tahun 2021, keuntungan S&P 500 berada pada angka 4.432,99.


Cara Investasi S&P 500

Dilansir dari Forbes, cara terbaik untuk investasi S&P 500 adalah dengan membeli ETF atau dana indeks untuk memantau indeks tersebut. Untuk memudahkan pemilihan antara ETF atau dana indeks dapat dilihat pada pembahasan berikut. 

Perlu diingat, kedua pendekatan tersebut menawarkan diversifikasi yang sangat baik dengan harga yang minim.

  • Investasi di S&P 500 dengan dana indeks

Pada dasarnya, membeli dana indeks atau index funds  yang memantau S&P 500 mempunyai saham di indeks benchmark. Pasalnya, dana indeks dapat mengikuti performa indeks yang dituju dengan baik. 

Lalu pemiliknya dapat memecah dan menjual dana tersebut kepada investor-investor yang berminat.

  • Investasi S&P 500 dengan ETF

ETF juga memiliki tujuan yang tidak jauh berbeda dengan dana indeks. ETF dapat menggandakan performa pasar indeks seperti S&P 500. Biasanya, manajer Shama membeli ETF untuk melakukan penggandaan, baru menjualnya kepada investor-investor seperti Anda.

Perbedaannya dari dana indeks adalah ETF menawarkan nilai saham yang terus mengalami fluktuasi setiap waktu. Sedangkan fluktuasi pada dana indeks hanya terjadi dalam jangka waktu tertentu. 

Biasanya pasar saham tutup menjelang pergantian hari. Perbedaannya memang tipis, oleh karenanya jangan salah pilih.

Selain menggunakan kedua cara di atas, Anda juga bisa melakukan investasi S&P 500 melalui aplikasi yang bernama Pluang. Aplikasi ini menawarkan akses bagi investor yang berminat untuk investor S&P 500 tanpa harus ribet.

  • Investasi di S&P 500 dengan aplikasi 

Saat membelinya, disarankan untuk melakukan periode penahanan saham selama lebih dari satu tahun. Tak hanya itu, S&P 500 juga bersifat likuid yang artinya mudah dijual kapan saja, apalagi mengingat minat investor akan Indeks saham ini cukup tinggi.

Anda juga perlu memperhatikan minimum pembelian saham. Di aplikasi Pluang dengan indeks micro e-mini S&P index futures dibanderol dengan harga mulai dari $30 atau sekitar Rp500.000 untuk 1 unit. Harga tersebut dapat berubah tergantung dari nilai kurs dan harga di hari yang sama.

Pasar saham memang sangat menarik. Anda bisa mendapatkan keuntungan berlipat jika paham dengan aturan bermainnya. Bagi yang berminat dengan S&P 500, Anda perlu mendalami dan menguasai indeks saham tersebut. 

Salah satunya memahami investasi S&P 500 beserta kelebihan dan kekurangannya. Anda juga perlu membaca teliti peluang yang ada di pasar. Terlebih dari itu, sekarang adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di S&P 500.

0 Response to "Investasi S&P 500: Pengertian, Keuntungan dan Kerugian, dan Cara Berinvestasi di Pasar Modal AS"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel