Contoh Pengaruh Politik Terhadap Bisnis

Ketidakstabilan politik dapat mengakibatkan timbulnya kekerasan, perang sipil, pemogokan, penjarahan, kerusuhan, kudeta dan jatuhnya pemerintahan. Pengaruh politik tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan bisnis karena kebijakan pemerintah yang tidak pasti.

Perubahan kondisi perpolitikan tersebut akan meningkatkan probabilitas kebijakan di masa depan, sehingga pelaku usaha memilih untuk menghindari risiko dengan mengambil inisiatif ekonomi yang produktif atau bahkan mungkin keluar dari ekonomi dengan berinvestasi di luar negeri.


Apa itu Risiko Politik Terhadap Bisnis?

Risiko politik terhadap bisnis adalah situasi politik dan keamanan di suatu negara yang dapat mempengaruhi kelancaran berlangsungnya suatu bisnis di negara tersebut.

Indonesia menganut pada sistem pemerintahan yang terlibat atau turut campur tangan dalam bisnis. Hal ini dapat kita lihat melalui aturan hukum dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menunjang perekonomian dan bisnis.

Tiap pembentukan sebuah kebijakan akan selalu berkaitan dengan pola bisnis. Dunia perpolitikan di Indonesia memberikan wewenang kepada pejabat pemerintah untuk membuat kebijakan dan administrasi publik, termasuk di dalamnya pola yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi atau perilaku bisnis.


Pengaruh Stabilitas Politik dan Ekonomi Terhadap Pasar Saham dan IHSG


Dari segi pasar saham, ketika kondisi politik di Indonesia dalam keadaan kondusif maka akan membuat harga saham naik. Sebaliknya, apabila situasi politik tidak stabil, maka dapat menimbulkan unsur ketidakpastian dalam bisnis, tak terkecuali terhadap indeks harga saham.

Peristiwa-peristiwa politik merupakan salah satu bagian dari lingkungan non ekonomi yang dapat berpengaruh pada kondisi pasar modal, karena dinamika situasi politik pada dasarnya juga berkaitan dengan stabilitas perekonomian suatu Negara. 

Setiap lima tahun sekali Indonesia akan memunculkan pemimpin baru, maka para pelaku pasar akan menaruh ekspektasi khususnya terkait kemajuan perekonomian di tangan pemimpin baru tersebut. Misalnya, saat pemimpin baru tersebut mampu membawa perubahan yang positif bagi ekonomi melalui berbagai strategi, kebijakan, serta gebrakan yang inovatif, maka tidak menutup kemungkinan ekonomi Indonesia akan semakin meningkat.

Kondisi tersebut akan membuat para investor atau pemodal merasa aman untuk menanamkan dananya di pasar modal. Hal ini akan tercermin pada pada fluktuasi harga ataupun aktivitas volume perdagangan jual-beli saham di bursa efek

Kenapa munculnya pemimpin baru ini menjadi sangat penting terkait berubahnya indeks harga saham gabungan (IHSG) dan arah investasi para investor? Karena, para investor tentu hanya akan berinvestasi pada saham-saham yang memiliki return yang tinggi dan memiliki prospek yang bagus di masa depan dengan mempertimbangkan berbagai informasi dan peristiwa yang ada, termasuk kondisi perpolitikan di Indonesia.


Contoh Pengaruh Politik Terhadap Bisnis 


Ketidakstabilan politik merupakan salah satu hal yang perlu diwaspadai oleh para pelaku bisnis. Politik dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan bisnis sebuah perusahaan. Hal ini perlu kamu ketahui faktor penghambat dan contoh-contoh pengaruh politik terhadap bisnis sehingga kamu akan dapat mengambil strategi yang tepat untuk kedepannya.

Nah, inilah beberapa contoh pengaruh politik terhadap bisnis perusahaan:


1. Kebijakan Bisnis Terkait dengan Pajak

Situasi politik tidak bisa kita jauhkan dari para pejabat yang berada di pemerintahan. Pejabat mempunyai wewenang untuk menentukan arah peraturan kebijakan, termasuk dalam hal perpajakan yang tentu saja akan mempengaruhi biaya bisnis para pelaku usaha.

Penetapan tarif pajak yang semakin besar tentu saja akan membuat para pelaku usaha memikirkan strategi apa yang cocok dan baik agar perusahaannya tidak mengalami kerugian.

Dalam menentukan besaran tarif pajak, Pemerintah sebaiknya mempertimbangkan apa saja yang akan didapat oleh perusahaan jika tarifnya naik. Misalkan, kemudahan-kemudahan dalam membuka usaha, dan lain sebagainya.

2. Kurs Dollar Mengalami Naik atau Turun

Kondisi politik di Indonesia yang memanas tentu saja dapat mempengaruhi harga kurs dollar. Hal ini disebabkan ketidakstabilan kondisi politik akan berpengaruh terhadap keamanan di negara tersebut. 

Nah, ketika kurs dollar naik atau turun tentu saja akan berdampak pada para pelaku usaha yang bergerak di bidang ekspor-impor bahan baku atau barang jadi. 

Dengan ketidakstabilan politik tersebut, ketika kurs dollar naik, maka bahan baku yang diambil dari negara lain yang biasanya menggunakan pembayaran US Dollar akan lebih mahal. Dengan begitu, biaya produksinya semakin bertambah.

Dampaknya pun memberikan efek domino karena jika biaya produksi bertambah, maka para pelaku usaha tersebut tidak dapat melakukan penjualan dengan harga yang tetap sama seperti sebelumnya. Tentu, harganya juga akan mengalami kenaikan dan konsumen akan berfikir dua kali untuk membeli produk tersebut.


3. Krisis Moneter 1998

Pada tahun 1998 Indonesia mengalami krisis moneter. Pemerintah pada saat itu dinilai gagal untuk merespon dan mengatasi krisis moneter ini. Akibatnya, masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. 

Kondisi ini membuat sektor ekonomi dan bisnis terkena dampaknya. Jutaan orang di-PHK dan menjadi pengangguran, ternasuk juga adanya kerusuhan. 

Karena keadaan politik yang tidak stabil dan gagal merespon krisis yang terjadi, akhirnya para pelaku usaha banyak yang gulung tikar dan bisnisnya hancur berantakan. Bisnis yang gulung tingkar pada masa itu, tidak dipungkiri ada kaitannya dengan politik dan pemerintahan.

4. Suap yang Dilakukan Pengusaha kepada Pejabat

Dalam hal kepentingan bisnis, para pelaku usaha di Indonesia seringkali harus berurusan dengan para politikus yang duduk di pemerintahan. Untuk kepentingan bisnisnya, baik pejabat dan pebisnis melakukan kongkalikong ataupun negosiasi guna meng-goalkan proyeknya. Seringkali lobi yang dilakukan tersebut disertai dengan suap kepada pejabat pemerintahan.

Cara dan Strategi Perusahaan dalam Menanggulangi Ketidakstabilan Dunia Politik


Ketidakstabilan kondisi politik tentu saja dapat mengganggu operasional bisnis di sebuah organisasi/perusahaan. Oleh karena itu, kamu sebaiknya mengetahui dampak besar tersebut dan kemudian menentukan strategi yang tepat untuk mengatasi permasalahannya. Seorang pelaku bisnis harus siap kapan saja jika suatu saat kebijakan pemerintah terkait dengan bisnis berubah-ubah.

Berikut ini strategi dalam mengatasi ketidakstabilan politik di Indonesia:

1. Berkonsultasi dengan ahli politik

Salah satu strategi untuk menghindari risiko politik bisnis adalah dengan berkonsultasi kepada ahli politik sebelum membangun sebuah bisnis. 

Dengan jasa konsultan tersebut, kamu akan mendapatkan insight apakah sebaiknya bisnis tersebut dibentuk ataukah tidak, dan jika dibentuk apa saja yang perlu dilakukan untuk terhindar dari risiko politik.

2. Negosiasi

Ketika kondisi politik sedang memanas tentu risiko bisnis juga akan semakin berat. Oleh karena itu, perusahaan dapat melakukan negosiasi tentang kompensasi yang akan diberikan oleh negara agar perusahaan dapat terus beroperasi di tengah kondisi politik yang tidak menentu.

3. Mendaftar asuransi perlindungan usaha dari risiko politik

Strategi selanjutnya adalah membeli asuransi perlindungan usaha. Perusahaan dapat menggunakan asuransi tersebut untuk mengkompensasi perusahaan dari adanya dampak buruk yang mungkin saja timbul karena ketidakstabilan kondisi politik di Indonesia.

Itulah ulasan mengenai pengaruh politik terhadap bisnis. Sebagai pelaku usaha sangat penting untuk mempertimbangkan risiko politik dan pengaruhnya terhadap organisasi/perusahaan. Hal ini patut kamu pertimbangkan karena dengan adanya perubahan kebijakan politik maka dapat menimbulkan dampak besar pada sektor perekonomian dan bisnis di negara tersebut.

0 Response to "Contoh Pengaruh Politik Terhadap Bisnis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel