Apa itu Bid and Offer? Berikut Cara Membacanya

Apakah kamu seorang pemula yang baru terjun ke dalam dunia saham? Nah, jika iya, kamu wajib tahu bagaimana cara membaca bid and offer saham ketika bertransaksi menggunakan aplikasi saham.

Karena kedua istilah tersebut, yakni bid dan offer, bakal ditemukan ketika bertransaksi jual beli saham, maka sangat perlu kamu ketahui arti dari bid dan offer saham dan cara membacanya.

Baca Bid dan Offer dahulu, sebelum Membeli atau Menjual Saham via Pixabay.com


Pengertian Bid dan Offer Saham

Secara umum bid dan offer tampil di dalam satu tabel yang terdiri dua kolom berdampingan dengan angka lot dan harga saham yang berganti secara cepat seiring dengan fluktuasi harga transaksi saham.

Istilah bid digunakan ketika seorang investor ingin membeli saham di harga yang lebih rendah dibandingkan dengan last price. Untuk melakukan transaksi, investor harus memasukkan harga yang ingin ia keluarkan untuk membeli saham tersebut atau disebut juga dengan bid price. 

Sedangkan ketika investor ingin menjual sahamnya, maka ia akan melakukan offer untuk saham yang dijual dengan cara memasukkan harga penawarannya pada aplikasi saham.

Proses transaksi jual beli saham sejatinya tidak akan langsung terjadi begitu ketika seorang investor melakukan bid ataupun offer. Sebagai contoh, pada saat Pak Firman melakukan bid, artinya ia harus menunggu untuk mendapatkan penjual yang menawarkan saham di harga bid price yang sudah ia tentukan untuk kemudian transaksi bisa terjadi. Namun, apabila Pak Firman tersebut berubah pikiran dan ingin menambahkan jumlah lot saham yang ingin ia beli, maka Pak Firman juga harus menemukan penjual saham dengan volume yang besar pula.

Cara Membaca Bid dan Offer Saham

Untuk memudahkan pemahaman berikut kami sertakan contoh bid dan offer saham emiten Garuda Indonesia (GIAA) pada sebuah aplikasi saham seperti di bawah ini.


Nah, cara membaca bid and offer saham GIAA adalah sebagai berikut:

Tampilan pada aplikasi saham di atas menunjukkan bahwa harga bid terdapat pada kolom bagian kiri dan bagian kolom kanan adalah harga offer. Nah, untuk cara membaca bid dan offer sahamnya adalah seperti berikut ini:

Pada screenshot aplikasi tersebut ditunjukkan bahwa harga penawaran beli (bid) tertinggi saham GIAA adalah Rp 520 dengan jumlah yang ditawarkan sebanyak 23.328 lot. Sebaliknya, harga penawaran jual (offer) terendah GIAA adalah Rp 530 sebanyak 9.782 lot.

Kunci: cara membaca harga bid tertinggi dan harga offer terendah adalah keduanya selalu berada pada baris pertama.

Nah, jika kamu mempunyai saham GIAA dan ingin menjualnya untuk bisa langsung laku, maka kamu harus menjualnya di harga bid Rp 520. Sedangkan jika kamu mau menambah saham GIAA, maka kamu bisa membelinya di harga offer Rp 530 untuk bisa langsung mendapatkannya.

Lebih detailnya, kamu dapat mengambil kesimpulan dari bacaan bid and offer saham GIAA di atas, yaitu:
  • Semua harga penawaran beli (bid) saham GIAA berada pada kolom sebelah kiri dari mulai yang melakukan penawaran pembelian tertinggi Rp520 sampai dengan penawaran beli terendah Rp460.
  • Semua harga penawaran jual (offer) saham GIAA berada pada kolom sebelah kanan dari mulai yang melakukan penjualan dengan harga jual terendah Rp530 sampai dengan penawaran dengan harga jual tertinggi Rp620. 
Oleh karenanya, dalam praktiknya, para trader dan pialang menggunakan istilah bid biasanya untuk harga penawaran beli tertinggi dan offer untuk harga penawaran jual terendah.

Contohnya, ketika kamu sebagai trader menanyakan harga GIAA kepada pialang, ia akan menjawabnya bid Rp 520, offer 530. Artinya, kalau kamu ingin melakukan penjualan saham GIAA agar langsung laku, maka kamu harus menjualnya di harga Rp 520; Sebaliknya, jika kamu ingin melakukan pembelian dan ingin langung mendapatkannya, kamu harus membelinya di harga Rp 530.

Istilah bid dan offer bisa juga berarti antrian beli dan antrian jual. Sebagai contoh, seorang investor menganggap bahwa harga Rp520 terlalu mahal, dan hanya ingin membeli saham GIAA tersebut dengan menaruh harga pada Rp500. Nah, ini adalah proses antrian beli. Dan jika investor tersebut memiliki saham GIAA dan ingin menjualnya sebanyak 100 lot di harga Rp550, maka hal tersebut dinamakan sebagai antrian jual.

Kesimpulannya, jika kamu menanyakan bid/offer saham saat ini, pialang pasti akan menunjukkan harga minat beli tertinggi dan harga minat jual terendah saat ini yang tertera pada baris pertama bid/offer di aplikasi saham. Setelah memperoleh informasi tersebut, kamu bisa ikut melakukan antrian beli (bid) baik pada harga minat beli tertinggi maupun pada harga lebih rendah; Dan kamu pun juga bisa ikut mengantri untuk melakukan penjualan (offer) pada harga minat jual terendah ataupun harga lebih tinggi. 

Sebagai investor, pilihan untuk bertansaksi jual beli saham secara cepat sudah barang tentu menjadi tanggung jawabmu. Maka, kecermatan adalah kunci sukses dalam melakukan bid dan offer sehingga keuntungan terbaik bisa kamu dapatkan. Namun, jangan sampai ceroboh dengan adanya saham gorengan yang mana bid/offer dimanipulasi oleh para bandar.

Waspada Bid dan Offer Saham Manipulatif



Bid dan offer manipulatif itu bagaimana maksudnya? Artinya, pihak bandar "menggoreng" saham dengan cara melakukan bid dalam jumlah besar sehingga seakan-akan saham tersebut banyak yang mau beli. Dan sebaliknya, bisa juga pelaku atau bandar melakukan offer untuk membuat kesan seakan-akan saham tersebut banyak yang mau jual. 

Dengan demikian para investor pemula yang melihat bid dengan jumlah puluhan ribu lot mungkin saja berkesimpulan, "Wah, saham ini banyak yang antri melakukan pembelian lho. Sebelum kehabisan, lebih baik saya melakukan pembelian sekarang juga." Masalahnya, bisa saja setelah investor tersebut membelinya, pihak bandar mencabut bid dan harga saham terjun bebas. Saat itu juga si investor hanya bisa gigit jari dan baru menyadari ternyata saham tersebut adalah saham gorengan.

Dan hal sebaliknya juga bisa saja terjadi, ketika investor pemula melihat offer berjumlah puluhan ribu lot mungkin saja berkesimpulan, "Wah, saham ini banyak yang mau jual. Daripada saham saya tidak laku nantinya, lebih baik saya melakukan offer (jual) sekarang juga." Masalahnya, bisa saja setelah investor tersebut menjualnya, saham tersebut malah semakin meroket harganya.

Nah, sekarang kamu sudah tahu bahwa Bid dan Offer bisa jadi hanyalah akalan manipulatif yang dilakukan oleh para bandar. Oleh karenanya, kamu tidak hanya cukup mengetahui bagaimana cara membaca bid dan offer saham. Akan tetapi, juga perlu mengetahui analisis teknikal dan juga analisis fundemental perusahaannya.

0 Response to "Apa itu Bid and Offer? Berikut Cara Membacanya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel