Pengertian Cost of Capital, Fungsi, Rumus, Dan Contoh Studi Kasusnya

Cost of capital adalah besaran biaya yang pasti dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Dalam pengaturan atau pengelolaan biaya ini tentunya membutuhkan peran dari manajer keuangan sehingga bisa memaksimalkan nilai perusahaan.

Apabila dilihat dari sifatnya, maka cost of capital menjadi pengeluaran yang berasal dari perusahaan atas adanya proyek kegiatan tertentu guna biaya operasional. Biaya ini juga bisa menjadi batasan minimum yang berasal dari tingkatan hasil tertentu agar perusahaan tidak mengalami kerugian. 



Pengertian Cost of Capital

Apabila dilihat secara mendetail maka cost of capital adalah biaya sesungguhnya yang perlu dikeluarkan oleh perusahaan guna memperoleh anggaran dari saham biasa, saham preferen, utang maupun laba yang nantinya akan digunakan untuk membiayai suatu investasi maupun proyek operasional dari perusahaan.

Cost of capital perlu dipahami oleh perusahaan, khususnya yang mempunyai keinginan melakukan kegiatan investasi dengan membuat suatu lini bisnis. Dengan metode ini nantinya akan terlihat seberapa besar biaya yang bisa ditanggung perusahaan guna memperoleh modal.

Pada dasarnya cost of capital sangat penting diketahui dan dicermati oleh suatu  perusahaan. Biaya ini ternyata juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi cost of capital adalah diantaranya:

  1. Kondisi perekonomian global merupakan faktor yang seringkali akan menentukan terjadinya hasil tanpa risiko atau bebas risiko. 
  2. Daya jual saham perusahaan merupakan kemampuan membeli harga saham yang sedang meningkat. Nilai hasil minimum yang nantinya akan diperoleh investor mengalami penurunan. Hal ini menyebabkan modal perusahaan akan mengalami pengurangan. 
  3. Kebijakan pendanaan dari pihak manajemen merupakan persetujuan yang berasal dari pihak manajemen dengan adanya pendanaan dengan modal risiko tinggi, kemudian risiko perusahaan akan mengalami peningkatan. Biasanya investor akan menuntut nilai minimum lebih tinggi. 


Fungsi dan Kegunaan Cost of Capital

Dalam manajemen akuntansi keuangan suatu perusahaan, tentu konsep biaya sangatlah penting. Seperti halnya cost of capital. Setidaknya bagian terpenting dalam divisi finance perusahaan harus mengetahui apa saja manfaat atau kegunaan dari cost of capital. 

1. Berguna untuk Discount Rate 

Cost of capital adalah suatu hal penting yang kerap dipakai untuk discount rate perusahaan. Maksudnya, untuk menghitung nilai perusahaan serta menentukan apakah kegiatan perusahaan yang bersangkutan sudah layak untuk dijalankan atau belum.

Apabila proyek tersebut mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih besar daripada cost of capital, maka investasi tersebut akan memberikan nilai tambah. Jika yang terjadi justru sebaliknya, maka kegiatan tersebut bisa mengurangi nilai perusahaan. 

2. Berguna untuk Mengambil Keputusan 

Cost of capital sangat diperlukan dalam upaya mengambil keputusan khususnya mengambil anggaran modal. Demi keberlangsungan perusahaan, tentu hal ini harus segera diwujudkan dan dimaksimalkan secara baik. 

3. Berguna untuk Melakukan Estimasi Biaya 

Bahkan dalam usaha kecil saja, cost of capital sangat penting dicermati. Hal ini nantinya akan sangat berguna untuk melakukan estimasi biaya. Jika dilihat secara seksama tentunya akan terasa mirip sekali dengan kinerja leasing


Rumus Cost of Capital

Ada beberapa tahapan yang perlu diterapkan untuk bisa menghitung cost of capital. Terutama untuk menghitung biaya dari modal rata-rata tertimbang atau yang disebut sebagai Weighted Average Cost of Capital (WACC). Selain tahapan juga ada rumus penting untuk menghitung cost of capital yang perlu dicermati.

Rumus:

WACC = [Wd x Kd ( 1 – tax)] + [Wp x Kp] + [Wr x Kr] x [We x Ke]

Tahapan:

  1. Melakukan identifikasi terkait sumber dana. 
  2. Menghitung besaran biaya modal individual.
  3. Menghitung WACC.


Perbedaan Cost of Capital dan WACC 

Jika membicarakan cost of capital tentu kurang lengkap tanpa membicarakan WACC atau weighted average cost of capital. Ingatlah bahwa keduanya jelas berbeda. Perbedaan antara dua istilah keuangan tersebut ada pada kegunaannya. 

Cost of capital adalah biaya riil atau nyata yang perlu dikeluarkan oleh suatu perusahaan demi memperoleh dana guna mendanai investasi yang dilakukan oleh perusahaan maupun operasional lainnya. Sementara itu, WACC merupakan perhitungan biaya modal baik dari utang dan saham preferen. 

Selain itu, biaya modal tersebut juga bisa berasal dari saham biasa maupun laba ditahan dalam biaya modal COC. Dengan demikian sudah jelas bahwa keduanya memang berbeda walaupun saling berkaitan satu sama lainnya. 


Contoh Studi Kasus Cost of Capital 

Untuk bisa menghitung besaran cost of capital, maka perlu mengetahui seperti apa tahapan lebih jelasnya terlebih dahulu. Agar bisa lebih paham, maka sebaiknya mencermati contoh berikut dengan baik. Kiranya bisa membantu.

1. Mencari Tahu Tentang Sumber Dana 

Setidaknya ada dua sumber dana yang bisa diperoleh yakni saham dan utang. Untuk jenis utang biasanya berbentuk obligasi maupun utang bank. Pihak pemberi utang nantinya dapat memperoleh keuntungan dari bunga. 

2. Mencari Nilai Cost of Equity dan Cost of Debt

  • Perhitungan utang jangka pendek. 

Cash discount yang dinyatakan hilang dalam 1 tahun dari PT. Alvin Manufaktur adalah Rp.10.000.000,00 dan utang usahanya Rp.100.000.000,00. Jadi perhitunganya, Rp.10.000.000,00/Rp.100.000.000,00 x 100% = 10%. Tapi, jika pajaknya 50% maka perhitungannya menjadi 10% x (100% - 50%) = 5%. 

  • Perhitungan cost of debt utang jangka pendek. 

Per lembar obligasi adalah Rp.400.000.000,00 untuk 10 tahun. Namun, hasil penjualan netto adalah Rp.390.000.000,00. Jika bunganya 5% per tahun, maka nilai cost of debt adalah:

= (Rp.400.000.000,00 + Rp.390.000.000,00)/2 

= Rp.395.000.000,00. 

Selisih untuk 10 tahun adalah Rp.5000.000,00/10 tahun = Rp.500.000,00 ditambah dengan bunga 5%, maka 5% x Rp.200.000,00 = Rp.10.000.000,00. 

Average manual cost yang diperoleh Rp.10.000.000,00 + Rp.500.000,00 = Rp.10.500.000,00. 

Sehingga didapat biaya rata-rata per tahunnya adalah 5,3% karena didapat dari average annual cost dan selisih dari 10 tahun. Jika tingkat pajaknya 50%, maka besaran biaya akhirnya adalah 5,3% x (100% – 50%) = 2,65%. 

Cost of capital adalah biaya penting yang perlu dicermati oleh pihak manajemen keuangan perusahaan. Sebab, dengan adanya biaya modal tentu nantinya bisa meningkatkan biaya produksi maupun hal lain yang terkait dengan keuangan perusahaan. 

0 Response to "Pengertian Cost of Capital, Fungsi, Rumus, Dan Contoh Studi Kasusnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel