Cara Menghitung Economic Value Added (EVA) dan Manfaatnya

Belakangan ini banyak perusahaan yang menerapkan sistem EVA sebagai metode penilaian kinerja perusahaan tersebut. Economic Value Added (EVA) adalah sistem penilaian yang sangat efektif untuk menilai kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu.

Untuk melakukan analisis keuangan dengan sistem ini, maka nantinya diperlukan data yang lengkap. Perlu diingat bahwa penilaian dengan sistem EVA cukup berbeda dari penilaian dengan sistem return on investment (ROI), meskipun sama-sama memiliki tujuan untuk mengukur prestasi perusahaan.


Pengertian EVA 

Economic Value Added (EVA) adalah semacam sistem manajemen keuangan guna mengukur besaran laba keuangan dalam perusahaan, yang memberikan pernyataan tentang kesejahteraan hanya bisa tercipta apabila perusahaan mampu mencukupi seluruh biaya baik biaya modal maupun biaya operasional. 

EVA adalah jumlah uang yang dapat diperoleh dengan memberikan pengurangan beban modal dari net operating profit. Sistem analisis ini dapat menghasilkan penilaian kinerja perusahaan secara tetap dengan memperhatikan keuntungan yang diperoleh dari sisi pemegang saham.

Untuk melakukan analisis keuangan ini, maka dibutuhkan data yang lebih lengkap dibandingkan dengan analisis keuangan lainnya. Akan tetapi, justru penilaian dengan menggunakan sistem EVA diketahui lebih gampang dilakukan.

Jadi, semakin lengkap data yang digunakan oleh pihak penilai yakni manajer maka semakin mudah pengerjaannya. Hasil yang diberikan juga akan lebih akurat. Wajar saja jika penggunaan sistem penilaian ini dianggap yang paling bagus. 

Sehingga banyak sekali perusahaan yang lebih memilih menggunakan EVA ketimbang sistem penilaian keuangan lainnya. EVA diharapkan mampu memberikan penilaian maupun memperlihatkan prestasi yang sebenarnya dimiliki oleh suatu perusahaan. 


Manfaat EVA

Sebagai sistem keuangan yang menjadi pilihan terbaik bagi banyak perusahaan, EVA mempunyai sejumlah manfaat baik. Tentunya bagi keberlangsungan bisnis perusahaan terkait. Economic Value Added (EVA) adalah sistem penilaian ekonomi yang mampu menjawab seluruh kebutuhan perusahaan dengan baik.

  1. Penggunaan EVA akan membuat seluruh unit usaha mempunyai banyak sasaran laba yang serupa untuk melakukan perbandingan investasi.
  2. Apabila kinerja suatu unit pusat investasi diukur menggunakan sistem EVA, maka investasi lainnya yang menghasilkan laba di atas besaran biaya modal akan meningkatkan EVA tersebut. Maka dari itu, hal ini akan jauh lebih menarik di mata manajer terkait. 
  3. Perbedaan tingkat suku bunga dapat digunakan untuk jenis aktiva perusahaan yang berbeda-beda pula. 
  4. EVA mempunyai korelasi positif yang jauh lebih kuat terhadap banyaknya perubahan-perubahan di dalam nilai pasar perusahaan tertentu. 
  5. Dengan perhitungan EVA, perusahaan akan lebih memperhatikan kebijakan terkait struktur modalnya. 


Cara Mengukur EVA dan Contohnya 

Economic Value Added (EVA) adalah sistem penilaian ekonomi perusahaan yang kini banyak digemari oleh manajer terkait. Untuk melakukan penilaian seperti ini rupanya juga tidak sulit. Ada beberapa rumus yang bisa diterapkan sehingga dapat mengukur ekonomi perusahaan dengan baik. 

Untuk memudahkan pemahaman, berikut kami berikan studi kasusnya:

Diketahui ikhtisar laporan keuangan dari perusahaan XYZ pada periode 31 Desember 2020 adalah tertera pada tabel di bawah ini:

Total hutang jangka panjang

Rp. 95.000.000

Total hutang jangka pendek

Rp. 155.000.000

Ekuitas

Rp. 152.000.000

Total Hutang

Rp. 250.000.000

Laba

Rp. 224.500.000

Beban bunga

Rp. 185.500.000

Pajak

Rp. 6.750.000

Hitunglah EVA perusahaan XYZ tersebut:

Jawabannya:

Langkah-langkah dalam perhitungan EVA adalah sebagai berikut:

1. Rumus Menghitung Net Operating After Tax (NOPAT)

NOPAT = EBIT x (1-pajak)

  • EBIT = Laba sebelum kena bunga dan pajak

Baca juga: Pengertian Ebit dan Cara Menghitungnya

Atau juga bisa menggunakan rumus:

NOPAT = (Laba (Rugi) Usaha + Beban bunga) - Pajak

Jadi, NOPAT perusahaan XYZ adalah: 

NOPAT   = (Rp. 224.000.000 + Rp. 185.500.000) - Rp. 6.750.000
               = Rp. 409.500.000 - Rp. 6.750.000
               = Rp. 402.750.000

2. Menghitung WACC 

WACC = (D x Rd) (1-tax) + (E x Re)

Di mana,

  • Tingkat modal (D) = Utang total/total utang dan ekuitas total x 100%
  • Tingkat modal dan ekuitas (E) = Beban bunga/utang dan ekuitas total x 100%
  • Cost of debt (Rd) = Beban bunga/total utang jangka panjang x 100%
  • Cost of Equity (Re) = (Laba bersih - pajak)/total ekuitas  x 100%
  • Tingkat pajak (Tax) = Pajak/laba bersih sebelum kena pajak x 100%

Sehingga didapatkan:

D = (Rp250.000.000/(Rp250.000.000+Rp152.000.000))*100% = 62,2%

E = (Rp152.000.000/(Rp250.000.000+Rp152.000.000))*100% = 37,8%

Rd = (Rp185.500.000/Rp95.000.000)*100% = 195,3%

Re = ((Rp224.500.000-Rp6.750.000)/Rp152.000.000)*100% = 143,3%

Tax = (Rp6.750.000/Rp224.500.000)*100% = 3,01%

WACC =  [(D x rd) (1 - tax) + (E x re)]
            = [(62,2% x 195,3%) (1 - 3,01%) + (37,8% x 143,3%)]
            = [(0,622 x 1,953) (1 - 0,0301) + (0,378 x 1,433)]
            = [(1,2) (0,97) + (0,54)]
            = [1.16 + 0,54]
            = 1,7

Baca juga: Perbedaan Cost of Capital dan WACC


3. Rumus Menghitung IC 

Invested Capital (IC) = (total utang + ekuitas) – utang dalam jangka pendek 

Jadi, IC perusahaan XYZ adalah:

Invested Capital = (Rp. 250.000.000 + Rp. 152.000.000) - Rp. 155.000.000
                           = Rp. 402.000.000 - Rp. 155.000.000

                           = Rp. 247.000.000


4. Rumus Menghitung Capital Charges 

Capital Charges (CC) = WACC x IC

Sehingga capital charges perusahaan XYZ adalah 

= 1,7 x Rp.247.000.000
= Rp. 419.900.000

5. Menghitung EVA (Economic Value Added).

Rumus: EVA = NOPAT - Capital-Charges

= Rp. 402.750.000 - Rp. 419.900.000

= Rp. -17.150.000

Kesimpulannya, EVA < 0 atau bernilai negatif, artinya perusahaan XYZ tidak mengalami nilai tambah ekonomi. Sehingga, perusahaan tidak bisa memenuhi harapan para pemodal karena laba yang tersedia tidak mampu memenuhinya.

Jika EVA > 0, maka perusahaan telah mampu menciptakan nilai tambah ekonomis setelah perusahaaan 
membayar semua kewajiban para pemodalnya.

Sementara itu, apabila EVA = 0, maka nilai tersebut menunjukan bahwa penerimaan perusahaan dalam posisi impas, dan perusahaan telah mampu membayarkan semua kewajiban untuk para pemodal kreditur sesuai ekspetasinya.

Pertanyaan Tentang EVA 

Rupanya juga masih banyak yang mempertanyakan tentang EVA. Meskipun secara garis besar sudah dijelaskan bahwa Economic Value Added (EVA) adalah sistem penilaian keuangan perusahaan, akan tetapi masih ada sejumlah orang yang belum mengenal sistem ini lebih mendetail.

1. Selain mempunyai kelebihan, apakah EVA juga mempunyai nilai kurang?

Setiap sistem tentu tidak terlepas dari nilai plus dan minus. Termasuk dengan sistem penilaian ekonomi perusahan yang dikenal dengan nama EVA ini. Ada beberapa kekurangan yang berasal dari sistem EVA diantaranya:

  • Metode EVA tidak mampu membantu untuk menyelesaikan semua permasalahan yang berkaitan dengan perhitungan dari aktiva tetap. Oleh karenanya, manajer keuangan dan akuntan harus memperhatikan poin ini ketika akan mengambil sebuah kebijakan bisnis untuk masa depan perusahaan. 
  • Secara praktis, penerapan EVA dirasa cukup sulit. Hal tersebut karena proses perhitungannya membutuhkan estimasi besaran biaya modal. Dengan demikian, estimasi ini dirasa cukup sulit terutama bagi perusahaan yang belum go public. 
  • EVA mengalami tekanan untuk sementara waktu oleh adanya investasi baru mengingat betapa tingginya nilai dari buku bersih untuk tahun-tahun permulaan. 


2. Bagaimana perbandingan penggunaan EVA dengan ROI?

Sudah banyak perusahaan yang memilih menggunakan EVA dibandingkan ROI. Bukan berarti tidak banyak yang menggunakan ROI. ROI dianggap memiliki beberapa kelemahan yang menjadikan para manajer cenderung memilih EVA. 

  • Kelemahan ROI ada pada fluktuasi daya beli suatu mesin maupun perlengkapan tertentu yang dibeli ketika masa inflasi. Nilainya akan berbeda ketika tidak terjadi masa inflasi. Hal ini nantinya akan sangat berpengaruh dalam perhitungan investment serta profit margin.
  • Seringkali perhitungan ROI bisa mendorong terjadinya myopic behavior. Ini merupakan kondisi yang memerlukan fokus pada keuntungan dalam jangka waktu pendek. Justru hal ini bisa membebani badan usaha keseluruhan dalam jangka panjang. 
  • ROI juga dianggap sukar dalam membandingkannya dengan rate of return pada suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Hal ini karena praktik akuntansi yang dipakai perusahaan tersebut jelas berbeda-beda. Dengan demikian, realitanya banyak manajer yang suka dengan sistem EVA. 


3. Bagaimana peranan manajer terkait dengan EVA?

Ketika memilih memakai EVA, maka manajer dapat berpikir dan melakukan tindakan seperti halnya seorang pemegang saham. Manajer akan memilih investasi yang memaksimalkan tingkat pengembalian sekaligus untuk meminimalisir tingkat besaran biaya modal sehingga nilai perusahaan dapat dimaksimalkan. 

Selain itu, sistem EVA juga akan membuat manajer lebih memfokuskan perhatian terhadap kegiatan penciptaan nilai sekaligus melakukan evaluasi terhadap suatu kinerja berdasarkan kriteria maksimal nilai suatu perusahaan. Manajer tentunya akan sangat terbantu dengan adanya sistem penilaian ekonomi ini. 

Economic Value Added (EVA) adalah sistem penilaian ekonomi yang sangat penting diterapkan oleh manajer perusahaan. Sistem ini sangat bermanfaat khususnya dalam mendorong perusahaan sehingga lebih bisa memperhatikan kebijakan terkait struktur modalnya. 

0 Response to "Cara Menghitung Economic Value Added (EVA) dan Manfaatnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel